22 May 2012

Aku yang Mencintai kalian

السلام عليكم 안녕하세요 Hello!

@SantapanMinda: Kita akan merasa bahagia apabila orang berasa senang dengan kita dan mencintai diri kita seperti mencintai dirinya sendiri.

Sahabat, cukuplah dengan segala permainan yang sedang kau mainkan keatas diriku ini. Aku mencintai kalian sepenuh hatiku, tapi kalian memperlakukanku seperti aku tidak layak untuk dicintai. Aku sayang akan kalian, aku takut kehilangan kalian, aku takut melihat diriku berjalan diantara diri-diri kalian yang mentertawakanku, yang bermegahan kerana dapat menjatuhkanku, melemahkan semangatku.

Aku tidak mengerti kenapa kalian sangat membenciku, sering mengawal emosiku. Kalian suka bermain dengan air mataku. Sedar atau tidak, aku tewas dengan permainan kalian. Aku hanya melunaskan tanggungjawabku terhadap kalian. Tetapi kalian sangat kejam, kerana bermain dengan emosiku sehingga aku sentiasa dibasahi air mata untuk kalian yang tidak mencintaiku.

Bukankah lebih baik jika kita berdamai, mencintai sesama kita, bergembira dan bersedih bersama-sama. Apa yang aku sedang lalui, kalian sedikit demi sedikit meninggalkan aku, kata kalian, aku salah dalam memimpin kalian. Sedarkah kalian, tanpa dorongan kalian, siapalah aku. Aku memerlukan kalian untuk membantuku, tetapi kalian lebih tegar melihat aku berubah, menjadi seseorang yang bukan milik aku, satu masa dahulu.

Kalian merasakan semua ini perkara yang remeh, sedarkah kalian, kita lebih kukuh jika kita bersatu padu. Sokongan kepada satu sama lain adalah penting buat kita, tetapi kalian lebih rela membiarkan aku, sedangkan aku sedaya upaya membantu kalian, menjadi contoh yang baik buat kalian, tetapi apa yang kalian lihat terhadapku, hanyalah kesalahanku.

Kalian tidak mahu sokong orang yang menjadi pemimpin kepada kalian. Katanya, aku hanya bertindak seperti orang yang lebih arif, sedangkan aku bukan seperti itu. Tidak bolehkah, kalian menganggap aku seperti adik beradik kalian. Walaupun salah, talian silaturahim tidak akan diputuskan. Tetapi apa yang aku lihat, kalian menjarakkan kita kerana amanat yang diberikan. Nasihatku kalian anggap seperti arahan.

Aku tahu, kelemahanku adalah sukar mengawal emosiku, aku sering marah. Seorang Ibu juga tidak akan berdiam jika anaknya melakukan kesalahan. Lain orang, lain ragamnya. Mungkin cara aku tidak seperti ibu-ibu kalian. Kalian tidak boleh dimarahi. Kalian hanya ingin dinasihati. Tetapi, ingin aku bertanya, jika Ibu kalian hanya menasihati, adakah kalian sepenuh-penuhnya akan mengikuti nasihat itu? Jawapannya, biarlah kalian yang fikirkan kerana apa yang aku sedari tidak semua orang dapat menerima nasihat, apa lagi jika kalian sudah pun dewasa.

Katakanlah padaku, cara apa lagi yang kali inginkan supaya kalian lebih bertanggungjawab keatas diri kalian, terhadap sahabat-sahabat kalian yang lain? Katakanlah supaya aku dapat mengubah caranya, supaya kalian lebih sedar, lebih suka untuk bersama-sama dengan yang lain. Janganlah membentuk jurang diantara aku, mereka dan juga kalian. Untuk apa kita membina jurang, jika hanya keruntuhan yang kita lihat, dicaci oleh orang yang melihat segala tindak tanduk kita.

Aku ingin memohon maaf kerana aku sering berkasar terhadap kalian, aku cuba ingin meletakkan diriku ditempat kalian, tetapi kalian tidak benarkan. Aku cuba membuat kalian faham terhadap apa yang aku sedang lalui, tapi aku tahu, aku gagal kerana kalian sendiri sudah menciptakan jurang. Buat adik-adikku, kakak-kakakku, abang-abangku, aku sayangkan kalian, janganlah dera hatiku lagi, aku sudah penat, aku lelah dengan perjuangan ini, dengan semua yang kalian berikan terhadapku.

Aku tahu, ada segelintir yang menyokongku dari belakang, terima kasih kerana memberikanku semangat sehingga kini. Kerana tanpa mereka, aku juga mungkin mengundurkan diri seperti yang lain, kerana aku tidak mampu bertahan dengan sikap segelintir pihak yang tidak mahu berubah, malah mengajak yang lain supaya bersama dengan mereka dan sikap mereka. Manusia sering membukakan mata hati dan mindanya apabila sesuatu yang menjadi milik mereka sudah hilang. Mungkin juga kalian akan sedar, apabila aku yang mencintai kalian meninggalkan kalian satu hari nanti. Ya, aku milik kalian, kerana kecintaanku terhadap kalian seperti ahli keluargaku sendiri.

Aku berdoa, agar ukhwah yang sepatutnya terikat diantara kita akan bersimpul kembali. Semoga Allah s.w.t membantu kita supaya membina balik tembok yang runtuh, memperbaiki mana yang retak supaya kita semakin teguh dalam menjalani kehidupan bersama, sehingga akhirnya.

Sahabatku, maafkanlah aku, jika aku bukan orang yang kalian cari, tapi ingin aku katakan kepada kalian, akulah yang mencintai kalian tanpa kalian sedari...

Saat aku ketawa itulah seikhlasnya tawaku,
Saat aku menangis itulah sejujurnya tangisku,
Ku mohon ampun dari lubuk hati yang paling dalam dan seikhlasnya,
Andai diriku pernah menyakitimu,
Andai tiba-tiba aku tidak mampu menggerakkan sendiri tubuhku,
Andai nyawa tidak lagi menemaniku,
Ku mohon doakan kesejahteraanku di alam sana,
Andai ini pertemuan terakhir kita,
Kenanglah segala yang indah antara kita,
Maafkanku, SAHABATKU.



Suka Post Ni? Jangan lupa like. Comment sekali tau.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...